Pembaca yang budiman artikel ini khusus untuk mereka yang lagi asyik menjalin kasih, atau mungkin bisa jadi bahan renungan buat mereka yang masih jomblo di luar sana.
Pernah tidak kalian memikirkan kembali alasan kalian memiliki seorang kekasih, atau lazim dikenal dengan sebutan “pacar?” Tuluskah..…? Atau hanya sekedar…..????
Karena ternyata sebagian dari teman kita di luar sana tidak memiliki alasan yang cukup kuat, loh…..misalnya saja ada sebagian yang memiliki kekasih cuma buat iseng saja, ada yang gara2 kesepian, tapi ada juga yang cuma buat gaya-gayaan. Tidak percaya…???
Nih…, saya kasih tau ada 7 alasan salah lainnya yang sering diterapkan teman-teman kita :
1.Kesepian dan Putus Asa
Perasaan seperti ini sering banget dijadikan alasan memaksakan diri untuk cari pacar meskipun tau kalau orang itu punya kebiasaan buruk, misalnya aja temperamental, kasar, dan suka selingkuh. Tapi kenyataan itu akhirnya kalah sama pikiran “dari pada nggak ada...??”. Hubungan yang dimulai dengan cara seperti ini, nantinya pasti akan berakhir menyakitkan.
2.Melarikan Diri dari Masalah
Bagi sebagian orang, menjalin hubungan merupakan cara yang tepat untuk menghindar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Karena mereka berpendapat bahwa dengan menjalin hubungan khusus dengan seseorang akan membuat mereka lupa dengan semua masalahnya. Bahkan ada yang beranggapan “yayang”nya bakal memberikan motivasi buat mereka. Namun mereka tidak sadar, kalau ternyata hubungan yang mereka jalani putus di tengah jalan justru akan menggiring mereka ke ambang kesengsaraan lainnya… cape deh…!!
3.Ketakutan Mendapat Cap “Perawan Tua” atau “Bujang Lapuk”
Hal tersebut merupakan salah satu alasan kita untuk secepatnya mencari pasangan dan mengakhiri masa lajang dengan melangkah ke jenjang pernikahan, meskipun jujur... nggak ada faktor cinta di dalamnya. Tapi, ketika suatu hari ia menyadarinya, dia akan merasa tertekan karena mengambil keputusan berdasarkan kekhawatiran yang berlebihan dan keterpaksaan yang berujung ketidakbahagiaan.
4.Butuh Seseorang yang “Ngemong”
Figur ayah ato ibu sangatlah berperan penting dalam hidup kita, karena mereka adalah orang2 yang selalu dekat dengan kita sehari2nya, bahkan sangking dekatnya... mereka bisa jadi teman curhat. Dengan kondisi seperti ini, maka dalam mencari pasangan pun, kita akan berpatokan dengan figur orang tua kita untuk kriteria yang kita ajukan buat “si dia”. Karena kalau doi bisa memenuhi apa yang kita mau, kita akan merasa seperti mengulang masa kecil dimana kedua orang tua kita selalu memanjakan anak2nya.
5.Haus Kasih Sayang
Kita sebagai manusia biasa dan ya...katakanlah sudah dewasa pasti membutuhkan kasih sayang dari orang yang kita sayangi, terutama doi. Tetapi, dikarenakan kita belum mempunyai pacar, maka tidaklah mungkin untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari someone special atau kata lainnya yang sekarang lagi nge-trend “Jablay”.
6.Tidak Bisa membedakan Antara Rasa Simpati dan Sayang
Hubungan seperti ini biasanya diawali dengan niat baik atau rasa simpati kita untuk membantu “si dia” keluar dari kesedihannya karena sakit hati yang parah baik secara emosional, fisik ataupun keuangan. Yang pada akhirnya akan membuat kita terperangkap di dalamnya, karena doi merasa semua kebaikan dan perhatian yang kita berikan dikarenakan kita menyukainya. Hubungan yang didasari dengan rasa simpati dan kasihan sangatlah tidak baik untuk dijalani karena akan menyakiti kedua belah pihak.
7.Mengisi Kekosongan Hati
Jika kita belum pernah merasakan yang namanya punya pacar mungkin kita akan merasa bahwa ngejomblo forever tidak masalah karena kita merasa yakin bisa menjalani hidup ini sendirian. Tapi, jujur... dalam hati pasti tetap mengharapkan seseorang yang dapat mengisi sebagian hati atau hidup kita supaya hidup lebih berwarna dan lengkap. Makanya, kita harus selalu sadar bahwa "No body is perfect", jadi... tidak mungkin bisa mendapatkan seseorang yang benar2 dapat mengisi kekosongan hati. Dan... sebaiknya kita harus belajar dulu mencintai diri sendiri sebelum mengharapkan seseorang bisa mencintai kita.
Sobat...Dalam menjalin suatu hubungan bisa menjadi sumber kebahagiaan, pelajaran atau malapetaka, itu tergantung dari niat awal sebelum kita menentukannya. Karena itu, sebelum menjalaninya… kita harus benar2 yakin dengan tujuan kita punya kekasih.
0 komentar:
Post a Comment
Your Comment Here