Friday, November 13, 2009

Anak-Anak Yang Luar Biasa

  1. Nkosi Johnson (1989 – 2001) lahir pada tahun 1989 di Johanesburg. Ia tidak pernah tahu ayahnya Nkosi telah Mengidap HIV positif semenjak lahir,dia diadopsi oleh Gail Johnson. Nkosi Johnson mulai memjadi perhatian publik pada tahun 1997, ketika sebuah sekolah dasar di kota Melville Johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang dia derita. Kejadian tersebut menyebabkan kehebohan di tingkat tertinggi politik Afrika Selatan, konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis. Nkosi menjadi inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, dimana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka tentang penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Ini adalah cuplikan kata sambutan Nkosi:




    “Kita semua manusia yang sama, Kami memiliki tangan, Kami memiliki kaki, Kami dapat berjalan, Kami dapat berbicara, Kami memiliki kebutuhan seperti orang lain, jangan takut kepada kami, karena kita semua sama”

    Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai “ikon perjuangan untuk hidup”. Bersama dengan ibu angkatnya, Nkosi mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV positif untuk ibu dan anak-anak mereka yaitu "Nkosi Heaven's". Pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi ketika ia menerima Hadiah Perdamaian Internasional Anak-anak yagn diberikan oleh Michail Gorbachev. Nkosi's Heaven menerima US$100.000 hadiah uang dari Yayasan Kidsright.


  2. Hector Pieterson (1964 – 1976),





    Menjadi ikon gambar pada tahun 1976 tentang pemberontakan apartheid di Afrika Selatan ketika berita foto oleh Sam Nzima tentang kematian Hector yang sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia. Dia dibunuh pada usia 12 tahun ketika polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa. 16 Juni merupakan simbol perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid. Saat ini, diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda – sehari di Afrika Selatan yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka. 16 Juni 2002, telah diresmikan sebuah museum Hector Pieterson di dekat tempat dia di Orlando Barat.



  3. Iqbal Masih (1982 – 1995), 


    adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang lama dan keras,kurang makanan dan perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil. Pada usia dua belas tahun, Iqbal bertubuh tak layaknya anak laki-laki yang baru berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, dia melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia,iqbal meolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan,escape to freedom.
    Dia telah dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota “Carpet Mafia” karena ia membawa publisitas terhadap pekerja anak di industri.
    Pada tahun 1994, Iqbal telah dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, ketika Hadiah untuk Hak-hak Anak dibentuk, dia diberikan hadiah ini sebagai salah satu laureates.



  4. Thandiwe Chama (1991) adalah gadis Zambia berusia 16 tahun, dia memperoleh scooped the 2007 International Children’s menyingkirkan 28 nominasi lainnya dari seluruh dunia. Hadiah yang prestasius tersebut diberikan kepada Thandiwe pada hari minggu oleh pemenang hadiah nobel perdamaian Betty Williams and Live8 inisiator, Sir Bob Geldof. Hadiah berupa patung “the Nkosi” dan uang sebesar 100.000 Euro.


    Pada tahun 1999 ketika thandiwe berusia 8 tahun,sekolahnya ditutup karena tidak ada guru, Thandiwe beserta 60 anak lainnya berjalan mencari sekolah lainnya.akhirnya semua anak-anak tersebut ditampung di The Jack Cecup School. Diperkuat dengan prestasinya, Thandiwe selalu meneriakkan tentang hak-hak anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Thandiwe terus bersuara, misalnya dengan berbicara didepan gereja tentang anak-anak dan AIDS, tetapi masalah tidak selalu mudah dibahas di gereja. Bersama dengan temannya dia menulis dan mengilustrasi sebuah buku yang berjudul “the chicken with AIDS” yang menceritakan tentang kisah anak-anak penderita AIDS.
    “Ini sangat penting untuk mengetahui bahwa anak juga mempunyai hak. Di sekolah saya belajar tentang hak. Dan kemudian saya tahu bahwa ini adalah sesuatu yang ingin perangi. Karena jika anak-anak telah diberi kesempatan, mereka yakin dapat berkontribusi di dunia ini membuat tempat yang lebih baik."


  5. Om Prakash Gurjar (1992), Pada usia lima tahun, dia diambil dari orang tuanya dan bekerja di ladang selama 3 tahun. Setelah itu dia menjadi aktivis di Bachpan Bachao Andolan,dia berkampanye tentang pendidikan gratis di Rajasthan.

    Dia kemudian membantu mendirikan sebuah network yang dikenal dengan nama “child friendly villages”,tempat anak-anak yang dihormati dan hak-hak pekerja anak tidak diperbolehkan. Dia juga mengatur network yang bertujuan untuk memberikan semua anak-anak yang lahir sertifikat sebagai salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi. Dia juga bekerja untuk memastikan anak-anak diberikan akte kelahiran. Dia mengatakan registrasi tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak anak-anak, membuktikan usia mereka, dan untuk membantu melindungi mereka dari perbudakan, perdagangan, perkawinan atau dipaksa melayani anak sebagai tentara.
    Dia telah dianugerahkan Internasional Anak Hadiah Perdamaian oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
  6. Samantha Smith (1972 – 1985) siswi Amerika dari Manchester, Samantha menjadi terkenal di era Perang dingin Amerika dan Uni Soviet. Pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, dia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet Yuri Andropov, dia menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat begitu menegangkan.kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda. Samantha sangat senang mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan namun dia tidak mendapatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet’s di Duta Besar Amerika Serikat untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov. Pada tanggal 26 April 1983, ia mendapatkan respon dari Andropov. Smith menarik perhatian media luas di kedua negar tersebut sebagai "Goodwill Ambassador" dan menjadi dikenal sebagai "Duta Besar Amerika Serikat yang lebih muda" dan juga berpartisipasi dalam kegiatan perdamaian di Jepang. Dia menulis sebuah buku sebelum kematiannya pada usia 13 tahun pda sebuah kecelakaan pesawat di Bar Harbor Airlines.
  7. Anne Frank (1929 – 1945) adalah seorang perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II. Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang mengakibatkan seluruhnya tewas kecuali Otto, ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan dia menemukan buku harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya. Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan-rentetan peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942-1 Agustus 1944. Kemudian buku tersebut diterjemahkan dalam Bahasa Belanda kemudian ke berbagai bahasa di dunia dan menjadi salah satu buku favorit di dunia. Buku ini bercerita tentang potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi dan melalui tulisannya inilah Anne Frank menjadi salah satiu korban Hollocaust yang paling banyak dibicarakan.

5 komentar:

  1. tokoh-tokoh luar biasa nice posting sobat

    ReplyDelete
  2. png juga jadi orang yang inspiratif bagi org lain...

    oh ya bro menurut ane kurang 1 lagi, rachel corrie bro, pejuang kemanusiaan yg tewas di tangn israel...

    ReplyDelete

Your Comment Here

Related Posts with Thumbnails